LAPORAN
Karakeristik Bahan Pangan dan Hasil
Pertanian
“ Pengamatan Sifat Fisik Buah dan
Sayur”

Nama :
MAYVIRA AHRYANI PUTRI
NIM : J1A115102
Kelas :
THP 4C
Kelompok : Dua (2)
Sift : 2
TEKNOLOGI
HASIL PERTANIAN
TEKNOLOGI
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2016
Judul
: Pengamatan Sifat Fisik Buah dan Sayur
II Hari/Tanggal/Tempat
: Selasa, 07 Maret 2017
III Tujuan
: Agar praktikan dapat mengetahui warna, bentuk, berat, ukuran dan bagian
bagian yang dapat di makan atau yang tidak dapat di makan pada sayur dan buah.
Landasan Teori
Penegertian
Buah dan Sayuran
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan
lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya
membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak
terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Pengertian buah dalam
lingkup pertanian (hortikultura)
atau pangan adalah
lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut
sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang
terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ
yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut
pengertian botani biasa
disebut buah sejati. Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan
pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam
produk metabolisme tumbuhan,
mulai dari
karbohidrat,protein, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid.
Bagi
tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk menyebar luaskan biji-bijinya; adanya
biji di dalam dapat mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada
pula biji yang tidak berasal dari buah. Dalam batasan tersebut, variasi buah
bisa sangat besar, mencakup buah mangga, buah apel, buah tomat, cabai, dan lain-lain. Namun juga bulir (kariopsis) padi, 'biji' (juga merupakan
bulir) jagung, atau polong kacang tanah. Sementara, dengan batasan ini,
buah jambu monyet atau
buah nangka tidak
termasuk sebagai buah sejat. Dapat dijumpai, buah sejati (dalam pengertian
botani) yang digolongkan sebagai sayur-sayuran, seperti
buah tomat, buah cabai, polong kacang panjang, dan buahketimun. Namun
demikian, dapat dijumpai pula, buah tidak sejati (buah semu) yang digolongkan sebagai
buah-buahan, seperti buah jambu monyet (yang sebetulnya merupakan
pembesaran dasar bunga; buah yang sejati adalah bagian ujung yang berbentuk
buah nangka (yakni
pembesaran tongkol bunga; buah yang sejati adalah isi buah nangka yang berwarna
putih bergetah, sedangkan bagian 'daging buah' yang dimakan orang adalah tenda
bunga), atau buah nanas”. Guido
Tinambunan ( philip, 2004 ).
Sayuran
merupakan komponen pendamping nasi (atau pangan pokok lainnya)
yang berkuah cair atau agak kental. "Sayuran" adalah segala sesuatu
yang berasal dari tumbuhan (termasuk jamur) yang disayur; dengan pengungkapan
lain: segala sesuatu yang dapat atau layak disayur. Kebanyakan sayuran adalah
bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya),
tetapi dapat pula batang yang masih muda (misalnya rebung) atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah bagian
tumbuhan yang tertutup tanah,
seperti wortel, kentang, dan lobak. Terdapat pula sayuran yang berasal
dari organ generatif, seperti bunga (misalnya kecombrang
dan turi), buah (misalnya terong, tomat, dan kapri), dan biji (misalnya buncis dan kacang merah). Bagian
tumbuhan lainnya yang juga dianggap sayuran adalah tongkol jagung. Meskipun
bukan tumbuhan, bagian jamur yang
dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran. Walaupun berkadar air
tinggi, buah-buahan tidak
dianggap sebagai sayur-sayuran karena biasanya dikonsumsi karena rasanya yang
manis dan tidak cocok untuk disayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian
dari sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah. Sayuran
dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari
menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran
yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran
mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin,
mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran
bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun
zat anti racun”. Guido Tinambunan ( Gunawan,2001 ).
Sayuran
merupakan kelompok komuditas pangan yang pada umumnya sangat banyak di konsumsi
oleh masyarakat, baik sebagai sayuran mentah (lalapan) ataupun dengan cara
dimasak terlebih dahulu. Mengonsumsi sayuran memberi sumbangan terutama
vitaim A dan C, serta serat yang penting bagi tubuh. Sayuran diklasifikasi
sebagai tanaman hortikultura. Umur panen sayuran relatif pendek (kurang dari
satu tahun) dan secara umum bukan merupakan tanaman musiman, artinya hampir
semua jenis sayuran dapat di jumpai sepanjang tahun, tidak mengenal
musim. Karakteristik ini sedikit berbeda dengan beberapa jenis buah-buahan seperti
mangga, durian dan sebagainya yang hanya di jumpai pada musim-musim tertentu
satu kali dalam satu tahun. Jenis sayuran dengan sering mudah di jumpai, dan
mempunya manfaat dan khasiat untuk kesehatan antara lain : wortel, tomat,
kecipir, beluntas, daun katuk, daun pepaya dan lain-lain”. ( Sri Winarti, 2010:
230)
2. Kandungan Gizi beberapa jenis Buah
dan Sayuran
Kandungan
gizi setiap sayuran berbeda-beda dan dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu perbedaan varietas, keadaan cuaca tempat tumbuh, pemeliharaan tanaman.
Secara umum sayuran sangat baik sebagai sumber vitamin dan mineral bagi menu
makan kita, mengingat sebagian besar sayuran kaya akan vitamin, terutama
vitamin A dan C, jenis vitamin lainya yang dikandung sayuran adalah vitamin B1
(thiamin) dan mineral seperti kalsium (Ca) dan besi (Fe). Berikut ini fungsi
kandungan vitamin dan mineral yang terdapat dalam sayuran
· “Vitamin
A fungsinya : proses penegeliatan, pertumbuhan, reproduksi, perkembangan
tulang, kekebalan, mempertahankan jaringan epitel, mengurangi angka kesakitan
dan kematian anak”. (Ari yuniastuti, 2008: 48)
· “Vitamin
C fungsinya : Pembentuk kolagen gigi, metabolisme tirosin, sintesis
neurotransmitter, utilisasi Fe, Ca, folat, dan mencegah kanker.
· Vitamin
B1 (thiamin) fungsinya : Unsur sistem enzim jaringan terutama dalam hubungannya
denga dekarboksilasi, misal asam piruvat dan
katoglutarat”.
(Ari yuniastuti, 2008: 54)
· “Kalsium
(Ca) fungsinya : sebagai mineral utama dalam tulang dan gigi, berperan dalam
kontraksi otot, fungsi saraf, penggumpalan darah, tekanan darah dan fungsi
kekebalan”. (Sunita Almatsier, 2013: 328)
· “Besi
(Fe) fungsinya : berperan dalam transfer oksigen, diperlukan untuk penggunaan
energi sebagai bagian kegiatan metabolisme sel dan sistem kekebalan”. (Sunita
Almatsier, 2013: 330)
Buah-buahan
dan sayuran adalah sumber alami yang bagus bagi kita, diantaranya untuk
memperoleh vitamin dan mineral yang penting untuk
memelihara kesehatan tubuh. Berbagai penelitian juga
menunjukkan bahwa buah-buahan dan sayuran melindungi tubuh kita dari beragam
jenis penyakit. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari
buah-buahan dan sayuran
1. “Gudang
vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran mengandung berbagai jenis
vitamin dan mineral yang bagus untukkesehatan Anda, mulai dari vitamin A
(betakaroten), C, magnesium, zinc, fosfor, hingga asam folat.
2. Serat
melimpah. Buah-buahan dan sayuran rendah lemak, memiliki kandungan minim garam,
sedikit gula, dan sumber yang bagus untuk memperoleh serat pangan. Konsumsi
buah dan sayuran dalam jumlah banyak turut membantu Anda mengurangi obesitas,
menurunkan kolesterol, memelihara stabilitas tekanan darah, dan melindungi Anda
dari ancaman kanker.
3. Tangkal
penyakit. Buah-buahan dan sayuran mengandung fitokemikal, komponen biologi
aktif yang membantu tubuh Anda melindungi diri dari berbagai jenis penyakit.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan, jika Anda mengonsumsi buah-buahan dan
sayur-mayur secara rutin, Anda akan menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2,
stroke, penyakit jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi”. (Mens Health,
09/01/2015
IV. Alat dan Bahan :
Alat
: a. Penggaris
b. Jangka sorong
c. Stopwatch
d.
Timbangan
e. Mikrometer
sekrup
f. Pisau
g. Talenan
h. Mangkuk
Bahan :Buah
Naga 1 kg
Sayur
Daun Ubi
V. Prosedur Kerja :
- Warna , Aroma , Dan
Rasa
Amati
: Warna , Aroma dan penampakan semua bahan yang disediakan khusus untuk buah ,
lakukan pencicipan untuk mengetahui rasanya.
Catat
semua kesan hasil pengamatan dan pencicipan termasuk adanya cacat atau
penyimpangan.
Bentuk
: Gambar semua bahan yang tersedia dan beri keterangan secukupnya pada gambar
tersebut.
Berat
: Timbang , catat berat masing-masing.
Ukuran
: Ukuran panjang , Lebar , dan Tinggi / Tebal masing-masing bahan menggunakan
penggaris , jangka sorong , dan mikrometer sekrup.
VI. Hasil
dan Pembahasan :
Hasil :
Ø Ukuran
|
Bagian
Daun Ubi
|
Ketebalan
(mm)
|
Panjang (cm)
|
Berat (gr)
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|
|
Daun
|
0.11
|
0,11
|
0,11
|
16,7
|
16,3
|
15,7
|
1
|
1,1
|
0,9
|
|
Batang
|
0,19
|
0,17
|
0,16
|
13,6
|
13,2
|
10,8
|
0,4
|
0,4
|
0,4
|
b.
Buah Naga
Karakteristik
buah Naga yaitu secara fisik bentuk buah naga hampir menyerupai buah nenas. Namun
ukurannya lebih kecil dan mempunyai sirip. Sedangkan warna kulitnya berwarna
merah jambu dan warna sisik nya hijau. Bentuk sisik inilah yang mirip sisik
naga . Sedangkah buahnya berwarna putih bersih dan biji nya berwarna hitam, daging
buahnya mirip seperti kiwi. Dan rasa buah naga manis dan asam .
Ø Ukuran
|
Buah Naga
|
Diameter
(cm)
|
Tinggi
(cm)
|
|
1
|
9,49
|
12,2
|
|
2
|
7,94
|
10,4
|
% berat dapat dimakan (bdd) = 
=
=
= 61,76 %
ü Buah naga 2
% berat dapat dimakan (bdd) = 
=
=
= 48,15 %
Pembahasan :
Karakteristik
sayur daun singkong yaitu berwarna hijau, ada yang berbentuk lonjong dan ada
yang menjari serta memiliki garis pada setiap daun dengan tepi yang rata.
Sedangkan pada bagian ujung daun singkong terlihat seperti sangat tajam.
Batangnya berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, berkayu dan tumbuh dengan
memanjang. Daun ini akan mengalami cacat atau penyimpangan apabila diserang
oleh hama/serangga. Bagian yang dapat dimakan pada sayur daun singkong ini
adalah daunnya.
Karakteristik
dari buah naga yaitu bentuknya hampir sama dengan buah nenas. Namun ukurannya
lebih kecil dan mempunyai sirip. Sedangkan bentuk kulitnya akan berwarna merah
dan memiliki sisik berwarna hijau. Bentuk sisik inilah yang dikatakan seperti
sisik naga. Daging buahnya ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah.
Pada praktikum ini kelompok kami menggunakan buah naga yang daging buahnya
berwarna merah disertai taburan biji-biji kecil berwarna hitam dan biji inilh
yng dapat dijadikan benih untuk membuah bibit secara generatif. Daging buah
naga ini rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini mengalami cacat atau
penyimpangan apabila terkena benturan.
Bagian buah ini yang dapat dimakan yaitu bagian daging buahnya.
Pada praktikum kali ini buah dan sayur
kita pertama mengamati dari warna, rasa, dan aroma dari kedua bahan. Khusus
untuk buah dilakukan penyicipan untuk mengetahui rasanya. Setelah itu kita
mengamati bentuk buah dan sayur yang telah tersedia, setelah diamati kemudian
digambar bentuk buah dan sayur tersebut. Sesudah itu kita mengamati dari
ukurannya, meliputi panjang, lebar dan tingginya yang diukur menggunakan jangka
sorong dan makrometer skrop.
VII.
KESIMPULAN
Buah dan
sayuran memiliki sifat fisik yang berbeda-beda.
Pada
sayuran akan mengalami pelayuan setelah beberapa hari , ciri-ciri sayuran yang
sudah layu dapat dilihat dari teksturnya, Warnanya , dan baunya.
Pada
buah terdapat tekstur, bentuk,berat, ukuran, aroma dan warna buah yang berbeda
sayu sama lain
Masaknya
buah disebabkan oleh terjadinya perubahan kimiawi yang sangat kompleks. Buah
yang masih muda berwarna hijau karena mengandung klorofil. Pada waktu buah
menjadi tua, klorofil berubah menjadi pigmen alamiah yang berwarna kuning,
merah, atau lainnya sesuai dengan jenis buah.
VIII. Daftar
Pustaka
Tinambunan, G.. 2013.
Philip 2004. Laporan Praktikum
Pengetahuan Bahan [online].
Tersedia :http://guidotinambunan.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-pengetahuan-bahan.html.
[ 09 Januari 2015 ]
Tinambunan, G.. 2013.
Gunawan 2001. Laporan
Praktikum Pengetahuan Bahan [online].
Tersedia :http://guidotinambunan.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-pengetahuan-bahan.html.
[ 09 Januari 2015 ]
Health, Mens. 2013. Nutrisi Umum Manfaat Buah dan Sayur [online]. Tersedia:
http://www.menshealth.co.id/nutrisi/nutrisi.umum/manfaat.buah.dan.sayur/003/002/104.
[ 09 Januari 2015 ]
Winarti, Sri. 2010. Makanan Fungsional. Surabaya:
Graha Ilmu
Yuniastuti, Ari. 2008. Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Almatsier. Sunita.
2013. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Lampiran tabel hasil
Data
Semua Kelompok
1.Kangkung dan Mangga
*Kangkung
|
Bagian
kangkung
|
Ketebalan(cm)
|
Panjang(cm)
|
Berat(gram)
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|
|
Daun
|
0,015
|
0,018
|
0,019
|
9,2x3,4
|
9,9x3,2
|
10x1.8
|
0,2
|
0,3
|
0,3
|
|
Batang
|
0,77
|
0,75
|
0,79
|
38
|
34
|
35,5
|
8,2
|
6,75
|
7,2
|
|
Akar
|
11,5
|
10,8
|
11,3
|
11,5
|
10,5
|
10,5
|
1,4
|
1,15
|
1,2
|
|
Tangkai
|
0,37
|
0,32
|
0,39
|
-
|
-
|
-
|
0,1
|
0,1
|
0,1
|
-Berat
yang dapat dimakan :7,75
gram
-Berat
yang tidak dapat dimakan :1,25 gram
% Berat dapat dimakan(BDD) 
%(BDD)
x100%
%BDD=86%
*Mangga
|
No
|
Mangga
|
|
|
Lebar(cm)
|
Ketebalan(cm)
|
|
|
1
|
8,58
|
12,25
|
|
2
|
8,10
|
12,58
|
|
3
|
8,63
|
12,34
|
-Berat
awal buah mangga :490
gram
-Berat
yang tidak dapat dimakan : 170 gram
%Berat dapat dimakan(BDD)
%(BDD)
%BDD=65,30%
2.Jeruk dan Bayam
*Jeruk
|
Jeruk 1
|
Diameter Batang
|
7,06 cm
|
|
Berat
|
186,45 gr
|
|
|
Tinggi
|
5,43 cm
|
|
|
Jeruk 2
|
Diameter Batang
|
7 cm
|
|
Berat
|
152,1 gr
|
|
|
Tinggi
|
5,31 cm
|
|
|
Jeruk 3
|
Diameter Batang
|
6,93 cm
|
|
Berat
|
162 gr
|
|
|
Tinggi
|
5,61 cm
|
*Bayam
|
Bagian
|
Pengukuran
|
Bayam I
|
Bayam II
|
Bayam III
|
|
Daun
|
Tebal
|
0,12 mm
|
0,12 mm
|
0,13 mm
|
|
Berat
|
0,58 gr
|
1 gr
|
0,8 gr
|
|
|
Tinggi
|
6,56 cm
|
5,68 cm
|
6,56 cm
|
|
|
Tangkai
|
Panjang
|
2,48 cm
|
3,07 cm
|
1,57 cm
|
|
Berat
|
0,2 gr
|
0,3 gr
|
0,2 gr
|
|
|
Batang
|
Berat
|
3 gr
|
2,6 gr
|
4,4 gr
|
|
Panjang
|
15,13 cm
|
14,99 cm
|
17,15 cm
|
3.Buah Naga dan Daun Singkong
*Buah Naga
|
Pengamatan
|
Hasil Pengamatan I
|
Hasil Pengamatan II
|
|
Sampel
|
Buah Naga
|
Buah Naga
|
|
Aroma
|
Sedikit Menyengat
|
Sedikit Menyengat
|
|
Diameter
|
9,492 cm
|
7,94 cm
|
|
Berat
|
690 gr
|
400 gr
|
|
Tinggi
|
12,2 cm
|
10,4 cm
|
|
Warna
|
Merah Muda
|
Merah Muda
|
|
Rasa
|
Sedikit Manis
|
Sedikit Manis
|
*Daun
Singkong
|
Pengamatan
|
Hasil Pengamatan
|
||
|
Sampel
|
Daun
Singkong I
|
Daun
Singkong II
|
Daun
Singkong III
|
|
Panjang
Tangkai
|
13,6
cm
|
13,2
cm
|
10,8
cm
|
|
Panjang
Daun
|
16,7
cm
|
16,3
cm
|
15,7
cm
|
|
Ketebalan
Daun
|
0,11
mm
|
0,11
mm
|
0,11
mm
|
|
Berat
Daun
|
1
gr
|
1,1
gr
|
0,9
gr
|
|
Berat
Tangkai
|
0,4
gr
|
0,4
gr
|
0,4
gr
|
Lampiran
Gambar
Buah Naga
Buah naga dan daun singkong

Daun dan tangkai kangkung Buah
mangga

Bayam daun
dan tangkai bayam

Buah jeruk daging
jeruk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar